Curi Perhatian Tim RKCI Lewat Integrasi Aplikasi

Curi Perhatian Tim RKCI Lewat Integrasi Aplikasi

Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Indri Astuti, menyampaikan, Pemkot dalam beberapa tahun terakhir terus melakukan pembenahan pelayanan publik dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, tak semata karena adanya proses penilaian RKCI 2019.

Di mulai dari Tahun 2016, melalui hadirnya smart city 1.0 untuk integrasi aplikasi, 2017 smart city 2.0 untuk layanan publik serta 2018 smart city 3.0 pengembangan aplikasi geospasial. Dengan turut didukung para sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya.

“Terkait RKCI, insya allah Kota Tangerang sih sudah mempunyai tiga keunggulan dokumen terkait pemetaan kota cerdas,” jelasnya seusai kegiatan Penilaian RKCI di Ruang Tangerang Live Room (TLR), Senin (24/09).

RKCI sendiri ialah pemetaan sehingga setiap kota mampu memahami kotanya bertransformasi menuju Kota Cerdas. Pemetaan dilakukan dengan menilai kondisi kota berdasarkan elemen kualitas hidup.

Pemakaian teknologi, lanjutnya, tidak bisa di hindari dalam mencapai tujuan Kota Cerdas. Peralatan teknologi dapat diusahakan untuk ketersediannya tetapi peranan kepala daerah serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), harus juga cerdas dalam penggunaan teknologi.

"Kepala daerah dan OPD, harus dapat menjadi penggerak bagi masyarakat dalam mengimplementasikan penggunaan teknologi yang tepat dalam pengembangan kota ke depan," tutupnya.

Sebagai infomasi, Kota Tangerang menjadi kota pertama yang divalidasi, selain Kota Semarang, Probolinggo, Bekasi.