Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Jaringan Fiber Optic dan LAN, Diskominfo Gelar Bimtek Troubleshooting

Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Jaringan Fiber Optic dan LAN, Diskominfo Gelar Bimtek Troubleshooting

SERANG - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten menggelar bimbingan teknis (Bimtek) troubleshooting jaringan diikuti oleh perwakilan dari 43 OPD di lingkungan Pemprov Banten dan perwakilan dari Diskominfo Kabupaten/kota. Kegiatan digelar di ruang rapat bidang TIK Diskominfo Banten, Selasa 17/3/2020.

Kepala Dinas Kominfo Banten Eneng Nurcahyati dalam paparannya menyampaikan, Bimtek ini digelar dalam rangka meningkatkan kemampuan teknis pengelolaan fiber optic (FO) dan Local Area Network (LAN) di lingkungan Pemprov Banten. Sehingga harapannya, pemerintah daerah baik Pemprov maupun Pemkab akan dapat melaksanakan tugas dan fungsi teknologi informasi dan komunikasi secara optimal.

"Ini sangat penting dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good government) dan  pemerintahan yang bersih (clean government), efektif efisien dan transparan. Serta dalam rangka mewujudkan smart city di Pemerintah Provinsi Banten," papar Eneng.

Dalam rangka implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), lanjut Eneng, Pemprov Banten telah melakukan pembangunan infrastrukturnya. Hal itu merupakan langkah awal dalam mewujudkan hal tersebut, karena menurutnya, infrastruktur menjadi sangat penting di mana kebutuhan akan layanan data dan informasi baik untuk pimpinan maupun masyarakat membutuhkan akses yang sangat cepat dan akurat.

"Saat ini Pemerintah provinsi Banten sudah membangun infrastruktur jaringan interkoneksi antar OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten jaringan interkoneksi antar OPD ini menggunakan jaringan fiber optic (FO) sebagai interkoneksi utama (main link) dan jaringan wireless sebagai interkoneksi cadangan (back up). Selain kedua jaringan interkoneksi yang menghubungkan antar OPD tersebut, juga terdapat jaringan lokal gedung yang mendistribusikan akses internet koneksi setiap ruangan," terangnya.

Namun demikian menurutnya, meski sangat dipentingkan, terkadang internet juga bisa mengalami berbagai gangguan. maka troubleshooting jaringan ini merupakan proses sistematis yang diaplikasikan untuk memecahkan masalah pada jaringan.

"Dasarnya ada tiga langkah pokok dalam melakukan troubleshooting jaringan ini, yaitu mengisolasi masalah, troubleshooting masalah dan solusi penyelesaian masalah," imbuhnya.

Kasubdit Infrastruktur dan Teknologi Interoperabilitas Layanan Pemerintahan Ditjen APTIKA Kemkominfo Ade Frihadi mengatakan, dalam rangka meningkatkan efektivitas efisiensi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, perangkat daerah secara bertahap harus menerapkan sistem informasi yang terintegrasi antar kabupaten/kota, rovinsi dan pemerintah pusat dengan menggunakan infrastruktur dan aplikasi secara berbagai pakai.

Kondisi infrastruktur jaringan pemerintah daerah saat ini, kata Ade, meski dalam penyelenggaraan pemerintahan sebagian besar sudah menggunakan TIK, tetapi menurutnya masih ada yang berdiri sendiri, interkoneksi antar OPD atau dinas sebagian besar belum terhubung ke dalam satu lokasi terpusat.

Dengan itu ia berharap agar penyelenggaraan di Pemprov Banten yang saat ini sudah cukup baik, agar lebih ditingkatkan lagi. "Selain itu pemerintah daerah juga harus melakukan sosialisasi layanan pemerintahan berbasis elektronik melalui berbagai media kepada masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemerintah melalui teknologi informasi dan komunikasi." tukasnya.